Selasa, 24 November 2015

About my beloved City, Bojonegoro

Setiap daerah dimanapun itu, pasti memiliki banyak keanekaragaman jenis kuliner entah itu makanan berat maupun ringan, ada perbedaan budaya daerahnya serta ada pula ciri khas dari daerah tersebut. Nah, disini saya akan menjelaskan sedikit tentang Bojonegoro yang memiliki kekhasan sendiri.


Makanan

Siapa sih yang enggak suka nyamil makanan? Semua orang pasti suka lah. Bicara soal camilan, disini aku akan membagikan informasi makanan ringan khas suatu daerah dan jika kamu mencobanya pasti kamu ingin memakannya lagi atau dalam bahasa lain bisa dikatakan "ketagihan".
Ledre, salah satu makanan ringan atau biasa disebut dengan camilan yang menjadi ciri khas dari kabupaten Bojonegoro. Bentuk dari makanan ini yaitu gulungan seperti kue stick roll. Bahan dasar kue camilan ini yaitu tepung beras, pisang raja, santan, gula pasit, telur, dan minyak kacang.
Cara membuatnya yaitu dengan cara mencampurkan seluruh bahan tersebut kemudian dilembutkan hingga menjadi lembaran tipis kemudian beri gula dahulu baru digulung. Harganya terjangkau kok friends enak pula. Camilan ini aku recomendasikan untuk kalian-kalian yang suka banget sama yang namanya nyamil.




Tari Daerah

Di Bojonegoro terdapat tarian daerah yang bernama Tari Thengul. Tari Thengul adalah sebuah tarian yang dilakukan secara berkelompok oleh 7 orang penari wanita yang berkarakter komedi. Tari diawali dengan bunyi gamelan yang dibuka oleh Gender dan disusul dengan Oklik. Tari ini bermula ketika diselenggarakan Festival Tari Daerah dalam Pekan Budaya dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur seorang koreografer yang dibantu dengan penata iringan di Bojonegoro menyusun sebuah tari hingga tercipta sebuah karya Tari Thengul yang pada saat itu masuk menjadi salah satu kategori penampilan terbaik Festival Budaya tersebut.

Ciri Khas

Bojonegoro kaya akan hutan pohon jati. Hal ini dimanfaatkan oleh masyarakat setempat untuk membuat furnitur-furnitur seperti almari, kursi, meja, dan lain-lain. Sentra furnitur di Bojonegoro berpusat di desa Sukorejo. Selain itu, di Bojonegoro juga memiliki ciri khas bahasa tersendiri. Misalnya : nayoh yang artinya gampang atau mudah, bayang yang artinya amben atau tempat tidur, sicok yang artinya siji atau satu, njungok yang artinya lungguh atau duduk, genyo yang artinya kenopo atau kenapa, gawok yang artinya heran, dan masih banyak lagi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar